Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

,

,
Showing posts with label UEFA. Show all posts
Showing posts with label UEFA. Show all posts

26 August 2010

Madrid's highly anticipated Giants

2010/2011 Champions League group phase will soon be rolling. Interestingly Real Madrid are now trained to Jose Mourinho, the holder of the medal winners last year, most likely will immediately be faced with one of the giants of Europe.

Have completed all the playoffs games this dawn. With eight teams that have already passed the 32 teams completed the competition participants terelit in continental Europe. And the draw will be made in Nyon, Switzerland, Thursday (26 / 8) evening.

As usual there will be eight groups that filled out by four teams, which each team were taken from four different pots. Four pots that shows the status of the first until the fourth seed, calculated from the coefficients of the 32 clubs in a tournament appearance in Europe during the last five seasons.

Defending champion Inter Milan as the right course at the top of the first pot, after last season occupies only the second pot. Meanwhile Liverpool's place in the first pot, which this season playing in the Europa League, was taken over Olympique Lyon.

Groups can directly create hell if you see the composition of seed, where Madrid as the record holder for most Champions League trophies still in the second pot, and you meet one of the giants in the group stage. This is the aftermath of their poor performance in last five seasons that always stuck in the round of 16 large.

The most interesting if the lottery will bring Madrid to Inter in one group. This means that Mourinho did not take long to directly deal with the club he carried won the treble last season's winner.

Or it could be Madrid to meet Manchester United, Chelsea, Arsenal, AC Milan and Bayern Munich. Of course it would be an interesting game instead?

Do not forget the black horse was also kind of Benfica, Roma, Valencia, Tottenham Hotspur or Lyon that might make a surprise in this group stage. Winner and runner-up in Group A through H will be headed to the big 16 while ranking third in the 32 major competing Europa League. Matchday I will begin September 14 to 15.

In this group stage clubs from one country will not meet in person and valid until the half perdelapanfinal. It was only in the country quarterfinal protection was lifted to allow the occurrence of a meeting between the clubs from the same country.

Following the distribution of seed based on the coefficient of the last five years:

Pot 1: Inter Milan, Barcelona, Manchester United, Chelsea, Arsenal, Bayern Munich, AC Milan, Olympique Lyon

Pot 2: Werder Bremen, Real Madrid, AS Roma, Shakhtar Donetsk, Benfica, Valencia, Olympique Marseille, Panathinaikos

Pot 3: Tottenham Hotspur, Glasgow Rangers, Ajax, Schalke, FC Basel, SC Braga, Kobenhavn, Spartak Moscow

Pot 4: Hapoel Tel-Aviv, FC Twente, Rubin Kazan, Auxerre, CFR Cluj, Partizan Belgrade, Zilina, Bursaspor


Read more...

30 May 2010

Tragedi Heysel, Dimaafkan Namun Tak Dilupakan

Brussels - Tragedi Heysel merupakan salah satu sejarah kelam dalam sepakbola Eropa. Pihak-pihak yang terlibat di dalamnya sudah saling memaafkan, tapi tragedi ini tetap tidak dilupakan.

29 Mei 25 tahun silam, partai final Piala Champions yang seharusnya merupakan laga agung, tertutup noda hitam bernama kerusuhan.

Keributan antara fans Liverpool dan Juventus, meminta korban jiwa. 39 orang, kebanyakan adalah suporter Juventus harus meregang nyawa. Selanjutnya 14 pendukung The Reds ditangkap dan dikenai tuduhan pembunuhan. Tak hanya itu, UEFA menghukum klub-klub Inggris dari kompetisi Eropa selama lima tahun.

"Waktu itu, musim panas tahun 1985, saya masih bermain dan belum berusia 30 tahun. Sekarang saya bukan lagi pemain yang tampil di laga 29 Mei 1985 itu. Saya presiden UEFA dan saya tak bisa membiarkan kejadian serupa terulang," seru Michel Platini.

Ketika tragedi terjadi, pria Prancis itu berseragam Juventus. Ia mencetak satu-satunya gol dalam laga itu yang membawa tim Hitam-Putih menjadi juara. "Keamanan di stadion dan perang melawan hooliganisme merupakan pekerjaan terpenting saya," lanjut Platini di Associated Press.

"Ketika itu banyak orang yang datang untuk menyaksikan pertandingan, namun mereka tak pernah pulang. Kami semula berpikir laga itu berlangsung seperti pertandingan sepakbola sebagaimana biasa. Tetapi ternyata tidak. Laga itu tidak hanya berakhir setelah 90 menit tapi terus berlangsung dalam hidup kami dan akan selalu terus begitu," lanjut gelandang Juve periode 1980-an itu.

Tragedi Heysel memang terus diingat. Namun itu tidak bertujuan untuk mempertajam permusuhan antara suporter khususnya Liverpool dan Juventus.

Di situs resmi Liverpool yang diakses Sabtu (29/5/2010) malam WIB, terdapat gambar dua tangan yang saling bersalaman. Satu tangan berwarna merah dengan latar belakang merah, sementara satu lagi berwarna putih dengan latar belakang hitam, yang menggambarkan warna seragam antara The Anfield Gank dan La Vacchia Signora

Di samping kanan tangan yang bersalaman itu terdapat tulisan "In Memoria E Amicizia, May 29 1985", yang berarti "Dalam Kenangan dan Persahabatan, 25 Mei 1985".

Memperingati tragedi itu, suporter Liverpool dan Juventus berencana menggelar laga persahabatan di Kirkby Academy yang terletak di kota asal grup musik The Beatles itu.

"Kami berusaha untuk membuat Reds dan Bianconeri bersatu 25 tahun setelah Heysel. Kami sudah berdiskusi panjang dengan sejumlah pihak tentang sebuah event yang bakal mengirimkan pesan positif untuk fans Juve dan Liverpool, dan kami menilai bahwa peringatan ke-25 Tragedi Heysel adalah saat yang tepat," ujar suporter Juve Serafino Ingardia di situs resmi Liverpool.

"Saya sudah berbicara Andrea Lorentini, yang kehilangan orang tuanya dalam tragedi itu dan kini Lorentini menjawabt sebagai ketua 'Comitato Heysel'. Dia mengatakan kepada saya bahwa ide laga persahabatan bakal mendapat sambutan hangat poleh keluarga. Dia sangat tersentuh ketika mengetahui bahwa fans Liverpool dan Juventus akan mengingat korban dalam acara ini," lanjut Ingardia.

Sementara itu lonceng di Balaikota Liverpool akan dibunyikan 39 kali bertepatan dengan waktu peristiwa kelam itu terjadi.

Tragedi Heysel memang pahit. Kedua kubu telah berdamai. Tapi segala kepahitan dan konsekuensi yang terjadi akibat peristiwa tragis itu juga tetap diingat agar menjadi pelajaran bagi pihak-pihak mana pun di waktu-waktu mendatang.

"Kami ingin menunjukkan persahabatan antara suporter kedua klub dengan mengenang mereka yang tewas dalam malam tragedi 25 tahun silam. Kami juga ingin menunjukkan pada masyarakat Italia bahwa kami tidak melupakan kejadian itu," tukas Dave Usher, salah satu Liverpudlian.


[detiksport]
Read more...

Prancis Tuan Rumah Piala Eropa 2016

Jenewa - Prancis dipastikan menjadi tuan rumah untuk Piala Eropa 2016. Kepastian itu lahir menyusul kemenangan Prancis dari kandidat tuan rumah lainnya yaitu Turki dan Italia.

Disebutkan Reuters, peluang Italia menjadi tuan rumah terkikis setelah inspeksi dari UEFA terkait kesiapan negara tersebut mendapatkan tinjauan yang kurang mengesankan.

Sementara Turki belum pernah menjadi tuan rumah gelaran akbar semacam Piala Eropa sehingga UEFA mungkin enggan ambil risiko. UEFA memang telah belajar dari tersendat-sendatnya persiapan Polandia dan Ukraina yang jadi tuan rumah bersama Piala Eropa 2012.

Dengan keberhasilan ini, Prancis menjadi negara pertama yang bisa tiga kali menjadi tuan rumah Piala Eropa. Sebelumnya mereka sudah pernah menjadi tuan rumah di putaran final Euro 1960 dan 1984.

Gelaran Piala Eropa 2016 sendiri akan mengetengahkan 24 negara peserta yang memainkan total 51 laga selama sekitar satu bulan waktu penyelenggaran turnamen.

Untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016, Prancis sudah menggangarkan sekitar 1,7 miliar euro, yang 39 persen di antaranya datang dari investasi publik. Dari tinjauan UEFA terhadap bidding Prancis, sekitar setengah dari dana privat yang dibutuhkan sudah terpenuhi.

Kepastian menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016 ini jelas disambut gembira oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang hadir langsung dalam seremoni presentasi tersebut.

"Pemerintah Prancis mendukung dan menjamin semua yang kami janjikan bakal direalisasikan," kata Sarkozy di Yahoosports.

Ketua Federasi Sepakbola Prancis Jean-Pierre Escalettes menukas dengan berterima kasih kepada UEFA atas kepercayaannya. "Ini hari yang indah buat kami. Saya jamin kepercayaan ini takkan dikhianati."


[detiksport]
Read more...

28 May 2010

Robben Pemain Terbaik Bundesliga Musim Ini

Sementara Louis van Gaal mendapatkan penghargaan Pelatih Terbaik
Arjen Robben, nyawa permainan Bayern

Bintang Bayern Munich Arjen Robben terpilih sebagai Pemain Terbaik Bundesliga pada survei yang dilakukan media olahraga Kicker.
Pemain timnas Belanda ini mendapat 71,2% suara dari 241 pemain Bundesliga yang melakukan polling. Sementara Bintang Wolfsburg Edin Dzeko menduduki peringkat kedua, dan Bastian Schweinsteiger di peringkat ketiga.
Penampilan Robben di Bayern memang sangat gemilang sejak dia ditransfer dari Real Madrid. Sayap lincah ini mencetak 16 gol musim ini, dan menduduki peringkat-5 Castrol Rankings untuk musim 2009/10.
Sementara itu, pelatih Bayern memenangkan penghargaan Pelatih Terbaik. Pelatih berkebangsaan Belanda ini mendapatkan 37,4% suara. Christian Gross dari Stuttgart menduduki peringkat kedua, dan Felix Magath dari Schalke di peringkat ketiga.

Read more...

24 May 2010

'Jayalah Internazionale'

Inter Milan membuat Italia menyamai Spanyol sebagai negara yang paling sering melahirkan tim juara Eropa, sebanyak 12 kali. Yang bisa dilakukan pers setempat tentu saja memberi pujian setinggi langit.

Selain rekor negara di atas, sukses Inter mengalahkan Bayern Muenchen 2-0 di final Minggu (23/5/2010) dinihari WIB juga mengakhiri puasa panjang Nerazzurri di turnamen tersebut. Mereka menambah frekuensi gelarnya menjadi tiga, setelah yang terakhir didapat di masa "lampau", tepatnya di tahun 1965.

Berikut ini cukilan beberapa surat kabar besar di Italia yang terbit di pagi harinya, yang dilansir Reuters, menyambut kejayaan Inter dan pelatih Jose Mourinho yang selama ini sangat sering dijadikan bulan-bulanan oleh media lokal.

La Gazetta Sportiva
CUMA INTER

"Milito hancurkan Bayern. Mou menangis dan berpisah."

"Dua gol dari si Argentina nan super memberi Inter yang hebat singgasana Eropa 45 tahun setelah Herrera. Inilah mahkota ketiga di musim ini, sesuatu yang belum pernah terjadi di Italia."

Corriere dello Sport
INTER, SEBUAH DONGENG

"(Inter) memenangi Liga Campions setelah 45 tahun. Mourinho menangis: Aku pergi."

"Inilah mahkota untuk Mourinho, seorang pelatih luar biasa yang memberi akselerasi pada sebuah klub yang ingin kembali ke dimensi internasionalnya."

Corriere della Sera
INTER YANG BERJAYA DI MASA LALU LAHIR KEMBALI

"Inter ole', Eropa di kaki mereka.

"Penantian telah usai, serangan (pada mereka) telah terpatahkan."

La Repubblica
INTER, MALAM KEJAYAAN. TAPI MOU HENGKANG

"Ada tiga 'M' di klub ini di musim ini: Moratti, Milito, dan si orang Portugal itu -- Sulit menggantikan dia."


[detiksport]
Read more...

23 May 2010

Sneijder: Semua karena Mourinho

Madrid - Trofi pertama Liga Champions sejak 45 tahun silam berhasil diraih oleh skuad terkini Inter Milan. Sukses itu boleh disebabkan oleh banyak hal, tapi sosok Jose Mourinho-lah yang dinilai sebagai aspek terpenting.

Setelah menjadi jawara Piala Champions --format lawas Liga Champions-- musim 1964–65, berulangkali Inter gagal mengejar gelar di kompetisi tersebut. Hal itu berubah musim ini.

Di tangan Mourinho yang direkrut bulan Juni dua tahun silam Nerazzurri berhasil menembus babak final, sebuah catatan pertama sejak 1971–72, dan kemudian meraih kemenangan setelah di partai final menundukkan Bayern Muenchen 2-0, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.

"Mourinho adalah bagian terpenting dari semuanya. Dia membawa kami ke sini, selalu punya taktik terbaik menghadapi klub-klub besar, tak peduli itu Chelsea, Barcelona atau Bayern," kata Sneijder di Football Italia.

Dalam lajunya untuk duduk di tahta juara, Inter memang telah berhasil menaklukkan ketiga klub itu, yang kesemuanya juga menjadi jawara akhir musim di kompetisi lokal masing-masing.

"Kami mengalahkan mereka semua dengan taktiknya dan aku ingin mengatakan kepadanya bahwa dia adalah pelatih terbaik di dunia," seru Sneijder.


[detiksport]
Read more...

Tunggu Milito di Afrika Selatan

Jakarta - Umurnya sudah kepala tiga, tapi Diego Milito baru tampil 24 kali untuk timnas negaranya, Argentina. Dengan kehebatannya di musim ini, dia dipastikan membuat pusing Diego Maradona.

Boleh dibilang Milito adalah pemain terbaik dalam sorotan di hari penutupan semua kompetisi klub Eropa musim ini selesai, yang ditandai dengan final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, dinihari tadi, Minggu (23/5/2010).

Dalam laga melawan Bayern Muenchen, ia memborong semua gol kemenangan Inter Milan (2-0) untuk membawa klub Italia itu menjadi yang terbaik di Eropa. Itu melengkapi dua gelar yang sebelumnya telah masuk lemari trofi La Beneamata: Coppa Italia dan Seri A.

Milito menjadi top skorer Liga Italia dengan 22 gol, menjadi penentu kemenangan di final Coppa dan giornata pamungkas. Total ia mendulang 30 gol di semua kompetisi. Hampir dipastikan, mantan pemain Genoa dan Real Zaragoza itu bakal menjadi pemain terbaik Inter musim ini.

Dibawa ke level internasional, Milito sedang menanti kesempatan besar bermain di Piala Dunia 2010, turnamen yang belum pernah ia ikuti. Ia sempat masuk nominasi tim empat tahun lalu, tapi akhirnya tidak berhasil menembus skuad Jose Pekerman.

Kakak bek Barcelona Gabriel Milito itu mulai mengenakan seragam Albiceleste di tahun 2003, tapi hingga kini keberadaannya terbatas. Ia baru main 21 kali dan mendulang empat gol, dan itupun kebanyakan sebagai pemain pengganti.

Dengan kecemerlangannya di musim ini, pelatih Maradona memiliki banyak penyerang top yang produktif. Lionel Messi si pemain terbaik dunia dari klub Barcelona, menjadi top skorer Liga Spanyol dengan 34 gol. Striker Real Madrid Gonzalo Higuain juga tengah dalam performa hot dengan torehan 27 gol di La Liga.

Pemain depan berkelas lain, Carlos Tevez, juga tampil brilian bersama Manchester City. Ia menjadi pemain terproduktif keempat di Liga Inggris musim ini dengan 23 gol.

"Diego takkan mendapatkan (tempatnya) dengan mudah," ujar Tevez suatu ketika, mengomentari ketatnya persaingan di lini depan Argentina untuk Piala Dunia 2010.

Maka Maradona-lah yang akan memutuskan, siapa di antara keempat pemain tersebut yang bakal menjadi starter utama di Afrika Selatan, meskipun dia juga masih punya Sergio Aguero dan striker gaek Martin Palermo. Tim Tango akan mengawali Piala Dunia-nya melawan Nigeria pada 12 Juni, hari ketika Milito tepat berusia 31 tahun.


[detiksport]
Read more...

Cambiasso: Selamat Jalan, Mourinho

Madrid - Rumor hijrahnya Jose Mourinho dari Inter Milan ke Real Madrid sudah kian santer. Esteban Cambiasso pun memberi pernyataan yang secara tak langsung seperti membenarkan spekulasi yang ada.

Usai mengantar Inter juara Liga Champions dengan menundukkan Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB, spekulasi tentang kepindahan Mourinho kian santer.

Belum ada pernyataan gamblang dari Mourinho mengenai hal ini. Kubu Inter sendiri melalui Presiden Massimo Moratti menyebut bahwa pembicaraan serius dengan sang allenatore akan segera dilakukan dalam hitungan hari.

Nah, dalam euforia kemenangan atas Bayern, gelandang Inter Esteban Cambiasso malah seperti membenarkan bawah kebersamaan Mourinho dengan Inter akan berakhir musim ini.

"Kami mendoakan Mourinho yang terbaik di masa depan, tapi kami akan mulai lagi dengan seorang pelatih baru musim depan," aku Cambiasso di Football Italia.

Sementara itu selebrasi Interisti di kota Milan juga menjadi pesta dukungan buat Mourinho. Para pendukung Inter masih ingin si pria Portugal menukangi tim kesayangan mereka.


[detiksport]
Read more...

Milito, Pahlawan Tanpa Sepatu Emas

Dalam tiga musim terakhir topskorer Liga Champions selalu berasal dari tim yang jadi juara. Namun musim ini Diego Milito melakukannya bersama Inter Milan meski tak harus mengakhirinya dengan sepatu emas.

Tren unik itu dimulai pada musim 2006/2007 ketika AC Milan merebut titel Liga Champions ketujuhnya usai mengalahkan Liverpool di final dengan skor 2-1. Saat itu Kaka jadi topskorer turnamen dengan 10 gol sekaligus jadi pemain terbaik. Meski begitu Kaka tak mencetak gol di partai puncak.

Setahun sesudahnya giliran Cristiano Ronaldo yang membawa Manchester United menjadi jawara usai menundukkan Chelsea lewat adu penalti. Satu golnya di final membuat koleksi golnya jadi delapan gol serta menobatkannya sebagai topskorer. CR9 pun tampil sebagai pemain terbaik.

Barcelona yang musim lalu jadi jawara usai mengatasi MU dengan skor 2-0 juga menampilkan pemainnya di daftar teratas pencetak gol yaitu Lionel Messi dengan sembilan gol. Messi pun turut mendonasi satu gol di final dan jadi pemain terbaik.

Musim ini Milito mematahkan catatan itu. Striker asal Argentina itu tak perlu jadi topskorer untuk membawa Inter juara. Dua golnya melawan Bayern Munich di final sudah cukup membawa trofi ketiga sepanjang 102 tahun sejarah Il Biscione.

Dengan total enam gol, Milito harus puas berada di bawah Ivica Olic yang mencetak tujuh gol dan Messi yang kembali jadi topskorer dengan torehan delapan golnya. Kini ditunggu apakah Milito mampu mengggondol gelar pemain terbaik?


[detiksport]
Read more...

Reuni di 'Bekas Rumah', Duo Belanda Beda Nasib

Madrid - Wesley Sneijder dan Arjen Robben datang ke Real Madrid di waktu yang sama, sekaligus pergi di periode sama pula. Duo Belanda itu lantas pisah jalan, dengan yang satu baru meraih gelar juara Eropa usai mengalahkan yang lainnya.

Sama-sama kelahiran Belanda, Sneijder dan Robben diboyong Madrid pada periode waktu sama: Agustus 2007. Sialnya, kedua pemain tersebut juga memiliki garis tangan serupa di klub Spanyol itu.

Jarang diberikan kesempatan beraksi, Sneijder dan Robben akhirnya tergusur keluar dari Santiago Bernabeu. Tempat ini tak lagi menjadi "rumah" keduanya terhitung dari Agustus 2009.

Lepas dari Madrid, alur perjalanan keduanya tak lagi sama. Kalau Sneijder diboyong Jose Mourinho ke Inter Milan, Robben dipinang Bayern Muenchen untuk bernaung di bawah panji klub Jerman itu.

Dengan waktu relatif cepat, baik Sneijder dan Robben sama-sama menjadi salah satu pemain kunci di klub barunya. Di saat bekas klub mereka, Madrid, sudah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions, si duo Belanda masih mantap melangkah bersama klub masing-masing.

Seiring dengan waktu, Sneijder dan Robben kembali dipertemukan takdir. Pentasnya adalah Santiago Bernabeu, bekas "rumah" keduanya, dengan mengetengengahkan lakon 'duel berburu treble'. Keduanya akan meraih tiga gelar musim ini jika bisa melengkapinya dengan titel Liga Champions, karena Inter dan Bayern sudah meraih dua gelar lain di kompetisi lokal.

Di atas lapangan Bernaebu, kedua pemain lagi-lagi menjalani alur berbeda. Jika Robben tampak kelimpungan karena berusaha menembus lini bertahan Inter praktis sendirian, Sneijder malah sukses membuat satu assist dalam kemenangan 2-0 Inter atas lawannya tersebut.

Pada akhirnya, kedua pemain itu menuntaskan pertandingan dengan nuansa berbeda. Jika Robben bersama Bayern sedang dirundung kecewa, Sneijder dan Inter malah pulang dengan berpesta pora.

"Dari awal mula aku bergabung dengan Inter, aku tak memikirkan treble, tapi ketika mulai bermain kami semua meyakininya karena kami punya tim luar biasa. Kami bertarung bersama, menang bersama dan memainkan sepakbola luar biasa," lugas Sneijder ceria, seperti dikutip Football Italia.


[detiksport]
Read more...

Seandainya Ribery Bisa Tampil

Madrid - Franck Ribery terpaksa hanya menonton laga final Liga Champions dari bangku cadangan. Akibatnya, strategi yang dijalankan Bayern Muenchen tidak sesuai yang diharapkan sehingga mereka menelan kekalahan.

Ribery yang menjadi andalan Bayern tak bisa tampil di final Liga Champions, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB. Pemain internasional Prancis itu dijatuhi skorsing tiga laga usai menerima kartu merah akibat melanggar Lisandro Lopez saat melawan Lyon di babak semifinal.

Absennya Ribery amat dirasakan Bayern. Pola serangan Die Roten menjadi monoton dengan hanya mengandalkan Arjen Robben. Sementara itu dua pemain lini tengah lainnya, Bastian Schweinsteiger dan Hamit Altintop seakan mati kutu.

Alhasil Bayern harus mengakui ketangguhan Inter dengan skor 2-0 yang kesemua golnya dicetak oleh Diego Milito di menit ke-34 dan 69. Hasil ini sekaligus mengubur impian FC Hollywood untuk meraih gelar treble setelah sebelumnya memastikan juara Bundesliga dan Piala Jerman.

"Kami bermain terlalu takut di babak pertama. Jika dia (Ribery) bermain dia akan memacu semua orang," tukas Beckenbauer, yang merupakan presiden kehormatan Bayern, kepada Yahoo Sports.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh si pelatih, Louis van Gaal yang merasa strateginya tidak berjalan lancar tanpa kehadiran Ribery. "Saya merasa kita tidak pantas membicarakan pemain yang absen (Ribery) tapi saya harus mengatakan bahwa jika Anda bermain seperti ini Anda harus kreatif. Dan Franck Ribery adalah pemain yang sangat kreatif."

Meski demikian Van Gaal tetap menolak jika timnya disebut punya ketergantungan terhadap Ribery. Toh, tanpa Ribery di pertandingan sebelumnya pun Bayern tetap bisa menang.

"Kami melawan Lyon dan Juventus tanpa Ribery dan kami bermain setengah musim (di Bundesliga) tanpa dia," tuntas meneer Belanda itu.


[detiksport]
Read more...

Ada Kecemasan di Balik Pesta Inter

Madrid - Inter Milan memang pantas untuk berpesta. Treble winners mereka rengkuh pada musim ini. Meski begitu tetap ada sedikit kecemasan di balik kemeriahan pesta tersebut.

Inter memastikan meraih treble usai merebut gelar juara Liga Champions. Trofi Eropa ini sekaligus mengakhiri puasa gelar di kompetisi itu, yang dialami Inter selama hampir setengah abad.

Nerazzuri pantas berpesta. Mereka sudah berusaha keras, melakukan yang terbaik, berkorban banyak hal, demi mencapai prestasi gemilang ini.

Namun di balik kegembiraan itu, terselip sedikit rasa cemas akan perginya aktor utama yang membidani prestasi La Beneamata: Jose Mourinho.

"Saya ingin menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan gelar Liga Champions bersama tiga klub berbeda," ujar Mourinho seperti dikutip dari Times Online. Saat ini arsitek asal Portugal itu baru "sebatas" menyamai Ernst Happel dan Ottmar Hitzfeld yang berhasil menjuarai Piala/Liga Champions ketika menangani dua klub berbeda.

"Ketika saya menang, saya tidak ingin berhenti dan di Italia saya sudah memenangi segalanya. Saya sudah memenangi Liga Champions dengan dua klub dan saya yakin bisa melakukannya bersama tiga klub," ujar pria Portugal yang sebelumnya membawa FC Porto juara Liga Champions itu.

Selain ambisi pribadi, Mourinho juga mengaku tidak nyaman dengan kondisi di Italia. Di musim ini, The Special One beberapa kali dikenai sanksi akibat ucapannya. Terakhir, ketika ia dihukum akibat menunjukkan bahasa tubuh seperti layaknya orang diborgol. Sejak itu eks manajer Chelsea tersebut memilih untuk puasa bicara di Seri A.

"Banyak hal di Italia yang saya tidak suka dan dalam tiga-empat bulan terakhir saya berpikir untuk hengkang," lugasnya.

"Saya tidak meninggalkan Inter, tapi saya meninggalkan sepakbola Italia. Para pemain Inter sudah memberikan saya kepuasan luar biasa dan Inter bakal selalu ada di hati saya."

"Saya gembira ada di Seri A karena kemampuan saya terus berkembang di sini. Namun yang terpenting bagi Inter adalah mereka tetap dipimpin presiden (Massimo Moratti) dan pemain luar biasa sekelas Javier Zanetti dan Diego Milito," ujar Mourinho.

Seandainya pelatih yang dikontrak Inter hingga tahun depan itu benar-benar hengkang, manakah klub yang akan menjadi pelabuhan selanjutnya? "Hanya Real Madrid yang tertarik bagi saya, namun saya belum bicara dengan siapa pun soal hal ini dan belum menandatangani kesepakatan apa pun. Saya berjanji saya akan bicara setelah final," jawab pelatih berusia 47 tahun itu.

Firasat bakal kehilangan sang sosok spesial bisa jadi sudah mulai dirasakan baik oleh Inter mau pun Interisti.

"Forza Inter, Forza Mourinho, jangan tinggalkan (tim) nomor satu-mu ini," teriak sejumlah fans yang berkumpul di Milan untuk berpesta, seperti diberitakan Reuters.

"Mourinho, kami akan menanggung tiketmu untuk pulang," demikian tulisan yang tertulis dalam salah satu spanduk yang dibentangkan.

"Mari kita menikmati pesta juara ini, dan mari kita sama-sama berharap bahwa Mourinho bakal tetap tinggal di sini sehingga kami bisa memenanginya lagi," timpal striker Inter Goran Pandev di situs resmi klub.

Semua menunggu keputusanmu, Mou.


[detiksport]
Read more...

Treble Bikin Chivu Seperti Bermimpi

Madrid - Cedera kepala yang dialami Christian Chivu bikin dia melewatkan sebagian besar musim ini bersama Inter Milan. Makanya Chivu lantas merasa bagai bermimpi bisa meraih tiga gelar sekaligus.

Chivu pernah menderita cedera kepala yang parah yang mengakibatkan ia harus menepi selama beberapa bulan lamanya. Cedera itu didapatnya ketika beradu tandukan dengan pemain Chievo Sergio Pellisier.

Akibat dari insiden ini, tulang tengkorak Chivu mengalami kerusakan. Ia sampai butuh operasi darurat untuk menghilangkan patahan tulang tengkorak dari otaknya.

Kepulihan bek Rumania itu ditandai dengan aksi comeback yang dilakukannya ketika melawan Atalanta, 24 April lalu di kompetisi Serie A. Liga laga selanjutnya, Chivu selalu dimainkan sampa berhasil mengantarkan timnya mengawinkan scudetto, Coppa Italia dan terakhir Liga Champions yang baru saja direngkuh.

"Saya tidak tahu apakah saya bisa main lagi, sendirian terpinggirkan selama lima bulan dan tiba-tiba meraih trofi ini. Ini benar-benar seperti mimpi," tutur si pemain Rumania sambil berderai air mata diberitakan Football-Italia.

Keberhasilan Inter meraih trofi Liga Champions tersebut mendapat apresiasi dari si pemain sendiri. Berkat usaha keras dan tekad kuat, ia menilai Inter memang pantas mendapat gelar juara.

"Sungguh tidak mudah. Ini semua berkat pekerjaan yang kami lakukan sepanjang musim, membuktikan karakter kami di masa sulit dan pada akhirnya kami mengerti hanya bisa sukses dengan tim sejati."

"Kami memang sedikit beruntung tapi Liga Champions telah dimenangi. Anda tidak boleh membuat kesalahan seraya mengambil keberuntungan dari kelengahan pihak lain," tukas pemain yang berada di Giuseppe Meazza sejak 2007-08 itu.


[detiksport]
Read more...

Zanetti Spesial di 700

Madrid - Javier Zanetti mencatatkan penampilan ke-700 bersama Inter Milan di partai final Liga Champions kontra Bayern Muenchen. Dan Zanetti mewarnainya dengan sesuatu yang sangat spesial, trofi Liga Champions.

Di umur yang sudah 36 tahun, Zanetti termasuk pemain yang paling konsisten dan senior di kubu Inter. Zanetti adalah satu-satunya pemain yang masih tersisa dari tahun pertama Massimo Moratti memimpin Nerazzuri di tahun 1995. Ketika itu Zanetti diangkut dari klub Argentina, Banfield.

Di 2010 ini Zanetti memasuki tahun ke-15nya dan sayangnya diwarnai dengan sebuah kekecewaan. Apalagi kalau bukan tak diikutsertakan dirinya dalam skuad Argentina di Piala Dunia 2010 oleh Maradona.

Jelas dengan rekor pemain dengan terbanyak di Tim Tango yaitu 116, sungguh mengherankan bila nama Zanetti tak ada di 23 pemain yang diboyong ke Afrika Selatan. Di usia senjanya, perhelatan Piala Dunia boleh dibilang adalah kesempatan terakhir meraih prestasi tertinggi di level timnas.

Namun lain di timnas lain di klub. Rasa sakit Zanetti akhirnya terhapus sudah dengan prestasi luar biasa yang dicatat Inter musim ini yaitu merebut Treble Winner, yaitu Scudetto, Coppa Italia dan Liga Champions.

Yang disebut terakhir tentunya jadi gelar paling prestisius yang pernah direbut oleh pemain berjuluk Il Tractore itu. Butuh lebih dari satu dasawarsa Zanetti harus menunggu untuk trofi Liga Champions pertama dalam karirnya dan juga pertama bagi La Benemata dalam 45 tahun terakhir.

Bagi Zanetti Inter yang dipimpin oleh Jose Mourinho saat ini adalah skuad terbaik yang pernah ia temui dan sulit rasanya jika harus menemukan momen seperti ini di musim-musim mendatang.

"Ini adalah emosi yang unik karena aku menginginkan piala ini selama 15 tahun. Usai memenangi Coppa Italia dan liga aku sangat merindukan ini, trofi terpenting," sahut Zanetti di situs resmi UEFA.

"Sekarang aku bisa katakan aku adalah kapten dari Inter yang sangat hebat. Ini adalah periode terbaik dalam karirku, aku merasa lebih kuat dari yang kemarin. Aku pikir tidak mungkin bisa tampil lebih baik dari musim ini," pungkas Zanetti.

Zanetti memang sangat spesial bagi 'Tim Biru Hitam'. Selain menjadi pemain yang paling loyal dan sudah mengenakan ban kapten sejak tahun 1999, Zanetti dalam karirnya belum pernah sekalipun menerima kartu merah.


[detiksport]
Read more...

Dua Kunci Kemenangan Inter

Madrid - Bayern Muenchen secara sportif memberikan pujian kepada Inter Milan. Kubu tim Bavaria itu menilai ada dua hal yang menjadi kunci kemenangan Nerazzuri. Apa saja?

Ambisi Bayern untuk meraih treble winners musim ini kandas. Kesempatan untuk meraih gelar ketiga menguap, usai dikalahkan Inter Milan di final Liga Champions yang mentas Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.

"Kami menyerang, Inter bertahan, namun tim mana pun harus tampil dalam bentuk terbaik untuk mengalahkan Inter dan kami tidak dalam kondisi itu saat ini. Menurut saya Inter layak menang," tukas pelatih Bayern Louis van Gaal seperti dilansir dari Sportinglife.

Pelatih asal Belanda itu hendak merujuk pada pola serangan Die Roten yang monoton dengan hanya mengandalkan Arjen Robben dari sayap kanan. Ini terjadi karena Franck Ribery absen akibat kartu merah. Sementara itu dua pemain lini tengah lainnya yakni Bastian Schweinsteiger dan Altintop "tidak jalan".

"Inter hanya memberikan reaksi, namun mereka tetap layak menang. Timing ketika mereka mencetak gol sangat menentukan. Dari sini belajar untuk memahami bahwa laga seperti ini bakal ditentukan oleh hal-hal terkecil," tukas Van Gaal.

Ada dua hal yang menjadi kunci kekuatan juara Seri A dan Coppa Italia musim ini tersebut, yakni pertahanan dan efektifitas dalam permainan.

"Inter bertahan dengan sangat bagus. Kami tidak pernah bisa menemukan permainan terbaik kami dan tak pernah bisa melalui pertahanan mereka. Selain itu Inter juga punya striker yang luar biasa," ujar kiper Hans Jorg Butt.

"Dalam laga ini, bukan tim yang terbaik namun tim yang paling efektiflah yang menang," timpal kapten Mark van Bommel.


[detiksport]
Read more...

22 May 2010

Ingin Mengulang Manisnya Final 2006

Madrid - Di antara para pemain Bayern Muenchen, cuma seorang Mark van Bommel yang pernah merasakan jadi juara Liga Champions. Ia pun ingin mengulangi lagi manisnya menjadi jawara.

Van Bommel mengangkat trofi Liga Champions bersama Barcelona tahun 2006. Di Stade De France, Paris, El Barca sukses membekap klub Inggris Arsenal dengan skor 2-1.

"Itu terasa sangat hebat. Jika Anda bertanya apa perasaan saya saat itu, saya tidak bisa bilang tepatnya karena itu sangat intens dan emosional," tutur Van Bommel di situs UEFA.

Empat tahun kemudian, Van Bommel kembali melaju ke final Liga Champions, kali ini bersama Bayern yang ia perkuat beberapa pekan setelah kemenangan di Paris tersebut.

Menghadapi Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB, Van Bommel berharap bisa mengulangi kenangan manis saat di Barcelona bersama Bayern.

"Anda harus menikmatinya. Tentu saja, bila Anda menang, maka itu adalah hal paling indah yang mungkin terjadi," tutup kapten Bayern berkebangsaan Belanda itu.


[detiksport]
Read more...

Bayern Siap Cetak Sejarah

Madrid - Pertarungan final Liga Champions menghadapi Inter Milan bukan cuma sebuah partai akbar buat Bayern Muenchen, tapi juga sebuah peluang untuk mencetak sejarah. Sejarah apa?

Bayern sudah mengoleksi dua gelar musim ini, yaitu juara Bundesliga dan Piala Jerman. Mereka akan menghadapi Inter yang dalam posisi serupa: telah juara Seri A dan juara Coppa Italia.

Gelandang Bayern Bastian Schweinsteiger yakin kubunya punya semua yang dibutuhkan untuk memenangi laga yang bakal dipanggungkan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.

"Kami punya sikap yang tepat. Atmosfer di dalam tim ini hebat," ujar Schweinsteiger dalam konferensi pers menjelang final seperti yang dilansir situs resmi UEFA.

"Semua pemain tahu kami bisa meraih sesuatu yang bersejarah. Kami bisa jadi tim Jerman pertama yang bisa memenangi treble, jadi kami semua tidak sabar bermain dan memenangi final ini," tukas dia.

Meski percaya diri, Schweinsteiger tidak lantas meremehkan Inter.

"Inter sangat bagus di belakang, tapi mereka juga punya pemain-pemain depan yang bisa menentukan hasil pertandingan bahkan dengan dua atau tiga peluang. Itu kenapa mereka berbahaya," cetus pemuda 25 tahun itu.

Ucapan Schweinsteiger diamini oleh Mark van Bommel. Kapten Bayern asal Belanda itu menilai kesuksesan Inter menjinakkan Barcelona dengan pertahanan rapat layak dipuji.

"Inter punya tim yang sangat kuat dan mereka layak berada di final. Mereka sangat kompak dan tidak cuma bisa bertahan, mereka juga hebat saat menyerang," nilai Van Bommel.

"Kami melihat saat menghadapi Barcelona pertahanan mereka sangat tangguh. Mereka bermain nyaris cuma di lapangan sendiri, tapi itulah mereka. Kami akan mencoba menyerang, tapi Inter memperlihatkan kalau mereka bagus secara tim, bukan cuma di pertahanan," tuntasnya.


[detiksport]
Read more...

Zanetti Menatap Laga ke-700

Madrid - Laga final Liga Champions bakal menjadi partai bersejarah bagi Javier Zanetti. Bila bermain, maka kapten Inter Milan itu akan mencatatkan penampilan ke-700 bagi Nerazzuri.

Zanetti bergabung ke Inter pada tahun 1995. Sejak itu dia selalu menjadi pilihan reguler di lini tengah La Beneamata. Pemain berjuluk The Tractor itu menjabat kapten sejak 1999 hingga sekarang.

Hingga saat ini Zanetti sudah mencatatkan 699 kali tampil di seluruh ajang yang diikuti Inter. Sepanjang penampilannya, pemain berkebangsaan Argentina itu tidak pernah mendapatkan kartu merah. Satu laga lagi, Zanetti akan menorehkan sejarah baik itu bagi dirinya sendiri atau pun Inter Milan. Kesempatan itu akan datang di final Liga Champions, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.

"Tujuh ratus laga untuk Inter sungguh sebuah angka yang besar. Saya sangat bangga bila bisa melakukannya, terlebih di partai penting," tukas Zanetti seperti dikutip dari Football-Italia.

"Final kali ini memberikan saya sensasi yang unik: yakni Liga Champions merupakan kompetisi prestisius dan sangat penting."

"Saya sudah bermain di banyak final, tapi final malam nanti bakal istimewa. Saya harap saya bakal bergembira di akhir laga," ujar pemain bernomor punggung empat itu.

Presiden Inter Massimo Moratti memberikan apresiasinya pada Zanetti. "Menurut saya Javier layak mendapatkan penghargaan Bola Emas (pemain terbaik Eropa), dan mungkin dengan menjadi juara Liga Champions para juri menyadari hal yang sama," ujar taipan minyak itu seperti diberitakan AP.

Bila bermain dalam melawan Bayern Munich dinihari besok, maka Zanetti semakin mendekati rekor penampilan klub yang dibukukan oleh Giuseppe Bergomi yang mencatat 758 kali bermain di seluruh ajang.


[detiksport]
Read more...

'Balas Budi' Mourinho untuk Moratti

Madrid - Ketika Inter Milan meraih scudetto musim ini, Massimo Moratti mengatakan gelar itu adalah milik Jose Mourinho. Sebagai "balas budi", The Special One bertekad untuk mempersembahkan Liga Champions untuk Moratti.

Sejak menjadi presiden Inter di tahun 1995, Moratti sudah mengeluarkan biaya dalam jumlah yang sangat besar untuk mendatangkan pemain atau pun pelatih papan atas.

Christian Vieri, Ronaldo, Roberto Baggio, Luis Figo, Zlatan Ibrahimovic, adalah contoh pemain kelas dunia yang didatangkan oleh sang taipan minyak itu. Sementara itu jajaran pelatih top yang didatangkan Moratti, sebut saja Luigi Simoni, Marcello Lippi, dan Hector Cuper.

Meski begitu Massimo masih belum bisa lepas dari bayang-bayang ayahnya yakni Angelo Moratti. Angelo pernah membawa Inter memasuki era keemasan di periode 1960-an. Di bawah kepempimpinan Angelo pula Inter terakhir kali meraih gelar juara Piala Eropa yang kini bernama Liga Champions.

Sejak memimpin Nerazzuri, trofi "kuping lebar" alias Liga Champions selalu menjadi cita-cita yang belum kunjung bisa diwujudkan oleh Moratti junior.

Inter memiliki kesempatan terbaik untuk merealisasikan mimpi sang presiden. Minggu (23/5/2010) dinihari WIB La Beneamata akan melakoni laga puncak Liga Champions dengan menghadapi Bayern Munich.

Pelatih Inter Jose Mourinho bertekad untuk membawa Massimo sejajar dengan Angelo. "Presiden Moratti merupakan orang yang spesial. Saya berterimakasih kepadanya karena telah menunjuk saya dua tahun silam," tukas arsitek asal Portugal itu di Inter.it.

"Saya berharap bisa menyaksikannya tersenyum dengan piala di tangannya, berharap bisa menyaksikannya menangis gembira. Saya ingin melihat foto presiden Moratti dengan trofi Liga Champions dan foto itu dipasang di samping foto ayahnya di Appiano Gentile," tegas Mourinho.


[detiksport]
Read more...

21 May 2010

Mourinho Punya Rencana Rahasia

Madrid - Jose Mourinho adalah pelatih yang dikenal detil dalam menerapkan taktik untuk tim yang dilatihnya. Khusus untuk laga final Liga Champions akhir pekan ini, Mourinho disebut sudah punya rencana rahasia.

Orang-orang boleh menyebut Mourinho adalah sosok yang pragmatis, ia tak peduli dengan sepakbola indah selama timnya bisa meraih kemenangan, bahkan setipis 1-0 sekali pun. Namun, ada juga yang menyebut, apa yang diterapkan Mourinho adalah sebuah hal yang efektif.

Ketika Inter Milan menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions, Mourinho dikritik lantaran menerapkan strategi defensif. Toh, ia tak peduli dengan kritik itu. Baginya, yang penting Inter melaju ke final.

Waktu itu taktik Mourinho sukses meredam gelandang-gelandang El Barca yang terkenal lugas dalam mengalirkan bola. Kala pemain Barca melakukan tusukan ke dalam kotak penalti, barisan pertahanan Inter dengan sigap langsung menutupnya.

Lalu, apa lagi yang bakal dilakukan Mourinho dalam laga melawan Bayern Munich akhir pekan ini? "Mourinho adalah tipe pelatih yang sistematis. Dia suka ketepatan dan memperlakukan semuanya dengan serius," ujar kiper Julio Cesar di ESPN Star.

"Dia sendiri takut dengan lawan yang dihadapi. Sementara, untuk taktik menghadapi Bayern, itu adalah rencana rahasia. Orang-orang harus menyaksikan pertandingan hari Sabtu nanti," tukas Cesar.


[detiksport]
Read more...

adf.ly - shorten links and earn money!

Friend banner

income web

Bisnis Dahsyat tanpa modal

Earn Money

goal soccer Headline

FIFA.com - News

Blog List

IndoTipster.com - sepakbola

Chelsea

Kerja di Jakarta - Careerjet

Find more freelance jobs

Infolinks In Text Ads

promote blog

Promote Your Blog

linx

Btn_blue_77x28

ads

label


About Me

My Popularity (by popuri.us)

Blog Archive

affiliated

CO.CC:Free Domain, Link directory

football-linx

Football-linX.com - World of Soccer Links, Football-linX.com - World of Soccer Links, Football-linX.com - World of Soccer Links

Followers

FeedBurnerCount

Blog Visitor

free counters

ip address
Read more: http://kompinter.blogspot.com/2010/03/cara-membuat-headline-news.html#ixzz0kZvhVigw
 

Copyright © 2010 by Goal Soccer